Aku cukup ikhlas?

03 May 2009

http://1.bp.blogspot.com/_MshQ1iMG9VQ/SBrLt6J9IdI/AAAAAAAAAIo/9FdP8G3BybM/S269/local_event.jpg


Dalam filem 'Kiamat sudah dekat', itulah pertama kali aku mendengar tentang ilmu ikhlas. Sungguh sebelum ni, aku tak pernah tahu wujudnya ilmu ikhlas. Aku terfikir apakah yang aku lakukan selama ni semata2 kerana Allah swt. Adakah aku belajar kerana Allah swt? Adakah aku mencari rezeki kerana Allah swt? Adakah aku melakukan ibadat kerana Allah swt?

Atau, adakah selama ni aku belajar semata2 hanya untuk menunaikan impian mak ayah selain impian aku sendiri? Adakah aku mencari rezeki selama ni hanya semata2 untuk meneruskan kehidupan yang lebih selesa? Adakah aku melakukan ibadat semata2 hanya untuk menunaikan tanggungjawab aku dan adakah ibadat aku aku dikira sempurna? Bagi aku tidak, masih banyak yang perlu diperbaiki.

Jika aku cukup ikhlas, pasti aku terima ujian dariNya dengan penuh sabar. Aku kadang2 menyalahkan diri aku jika aku gagal, namun aku tak penah menyalahkanNya. Ni mungkin datang dari dalam diri aku yang banyak kekurangannya. Sabarkah aku jika aku menyalahkan diriku?

Aku tahu jika kita niat semata2 kerana Allah swt, semua perkara bermanfaat yang kita lakukan dikira sebagai ibadah, namun adakah niat aku itu cukup ikhlas. Huhh amat sukar untuk menguasainya..

Yer, ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah swt dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah e bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan( ) tergantung niatnya( ). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya ( ) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits:
1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah.
4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
7. Hadits diatas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

sumber : www.al-ahkam.net

2 soseh-soseh:

nusuki May 6, 2009 at 10:19 AM  

ilmu ikhlas tu rahsianya dalam surah Al-Ikhlas... kalau tak percaya, cuba jawab kenapa surah tu namanya Al-Ikhlas ?

Saichou May 6, 2009 at 11:24 PM  

lps baca komen kamu, saye terus baca terjemahannya, tp sukar nk memahami ilmu ikhlas bagi saya yg sgt kurang ilmu agama ni..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP